Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
blog-img-10

Posted by : Bewara Humas

SMAN 1 Warungkiara Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dengan Semangat “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”

 

Warungkiara, Sukabumi – Suasana khidmat dan penuh semangat nasionalisme menyelimuti Keluarga Besar SMAN 1 Warungkiara dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang jatuh setiap 20 Mei. Melalui unggahan resmi, sekolah yang dikenal dengan semboyan SMAWAR HARUM ini menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan kembali komitmennya dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan berjiwa kebangsaan. Peringatan tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, sebuah seruan yang relevan di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Kepala SMAN 1 Warungkiara, Drs. Erwanda, M.Pd., menjadi representasi sekolah dalam menyampaikan pesan peringatan tersebut. Dalam visual yang dirilis, beliau tampil dengan gestur kepalan tangan sebagai simbol tekad dan persatuan. Gestur ini sejalan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional yang mengingatkan kembali pada pergerakan Boedi Oetomo tahun 1908 sebagai tonggak awal kesadaran berbangsa dan bernegara.

Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” yang diangkat tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika SMAN 1 Warungkiara bahwa peran pendidikan sangat krusial dalam menjaga masa depan bangsa. “Tunas bangsa” merujuk pada para siswa sebagai generasi penerus yang harus dijaga, dibina, dan diarahkan agar memiliki fondasi kuat berupa nilai-nilai humanis, akademis, religius, unggul, dan mandiri. Kelima nilai tersebut memang menjadi identitas SMAWAR HARUM, akronim dari Humanis, Akademis, Religius, Unggul, Mandiri, yang selama ini menjadi panduan dalam proses pembelajaran di sekolah.

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali rasa cinta tanah air di kalangan pelajar. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang masif, menjaga jati diri bangsa melalui pendidikan karakter menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Keluarga Besar SMAN 1 Warungkiara menunjukkan bahwa peringatan hari nasional bukan hanya seremonial, tetapi harus diisi dengan refleksi dan aksi nyata dalam mendidik siswa menjadi generasi yang siap menjaga kedaulatan negara, baik dari sisi ideologi, ekonomi, budaya, maupun ilmu pengetahuan.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di SMAN 1 Warungkiara menjadi cerminan bahwa semangat 1908 belum padam dan justru harus terus dihidupkan melalui peran pendidikan. Ketika Boedi Oetomo dulu menyatukan para pemuda untuk bangkit dari keterpurukan kolonialisme, maka hari ini tugas generasi penerus adalah bangkit menghadapi tantangan disrupsi, kemunduran moral, dan krisis identitas bangsa.

Melalui semboyan SMAWAR HARUM, sekolah ini menegaskan bahwa membangun bangsa dimulai dari membentuk manusia seutuhnya. Humanis agar siswa peduli terhadap sesama, akademis agar unggul dalam ilmu pengetahuan, religius agar memiliki pegangan spiritual yang kuat, unggul agar tidak mudah puas, dan mandiri agar mampu berdiri di kaki sendiri. Kelima pilar ini adalah bekal utama agar “tunas bangsa” tidak layu sebelum berkembang.

Ucapan selamat dari Kepala Sekolah Drs. Erwanda, M.Pd. bukan sekadar kata, melainkan ajakan untuk seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan agar terus bekerja bersama menjaga marwah pendidikan sebagai benteng kedaulatan negara. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mendidik anak-anaknya dengan benar, menanamkan nilai kebangsaan sejak dini, dan memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan.

Di usia ke-118, Hari Kebangkitan Nasional mengingatkan kita bahwa kebangkitan sejati tidak terjadi dalam semalam. Ia lahir dari kesadaran kolektif, kerja keras, dan konsistensi dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Semoga semangat yang dikobarkan Keluarga Besar SMAN 1 Warungkiara ini dapat menginspirasi sekolah lain dan masyarakat luas untuk terus merawat Indonesia dengan cinta, kerja, dan pengabdian. Dirgahayu Hari Kebangkitan Nasional ke-118. Bangkit bersama, maju bersama, untuk Indonesia yang berdaulat dan bermartabat.